4 Mei 2017

Strong Woman Do Bong Soon, Cinta dari Mata




Selepas serial Goblin dan The Legend of Blue Sea tamat, saya sedikit malas untuk mengikuti serial-serial baru di Korea. Ya, move on itu sulit. Beberapa kali saya lihat teaser dari serial-serial baru, namun tidak ada yang membuat saya tertarik. Sampai pada suatu waktu, timeline twitter saya bersliweran orang-orang yang membincangkan serial Strong Woman Do Bong Soon. Saat itu, serial ini telah memasuki minggu-minggu terakhir. Karena intens-nya twit-twit mereka, muncullah rasa penasaran saya. Dimulailah menonton cuplikan pendek serial ini di twitter -dan wah sepertinya lucu. Sudah lama tidak merasakan romantisme malu-malu ala asia. Dimulailah malam-malam begadang menamatkan serial ini. Dan drama ini menyenangkan.

Dimulai dari pertemuan aksi Do Bong Soon -yang diperankan oleh Park Bo Young- seorang perempuan imut dengan kekuatan super yang sanggup mengangkat dan menghajar sekelompok gangster dengan tangan mungilnya, dan Ahn Min Hyuk -diperakan oleh Park Hyungsik- yang tertegun saat  melihat aksi Bong Soon secara diam-diam. Keduanya kemudian dipertemukan kembali di sebuah perusahaan bernama Ainsoft -perusahaan game di korea yang ternyata presiden direkturnya adalah Ahn Min Hyuk. Saat itu Ahn Min Hyuk membutuhkan seorang pengawal karena dia saat itu sedang dibuntuti dan diisengi oleh orang asing, sehingga dia merasa perlu untuk mendapatkan perlindungan dari seorang pengawal. Bong Soon dipilih karena dia memiliki kekuatan maha super yang pastinya akan membuat penguntit Min Hyuk K.O. jika bertemu dengan Bong Soon. Tapi bukannya melindungi si presidr Ainsoft, Bong Soon dan Min Hyuk malah terlibat cinta lokasi di kantornya. Alur yang biasa sekali bukan? tapi satu lagi, serial ini masih dibumbui dengan adegan pembunuhan seorang penculik misterius di daerah rumah Bong Soon. Penculiknya psikopat itu terus saja membuat resah penduduk sekitar. Sampai akhirnya si penculik bersinggungan dengan urusan si Bong Soon, jadi bagaimana kelanjutanyya? Yuk di tonton sendiri.

Satu hal yang saya suka dari serial ini adalah chemistry antara Hyungsik dan Bo Young yang membuat saya berkali-kali cekikikan dan ikut deg-degan dibuatnya. Berkali-kali saya teriak -dalam hati- "woy ini beneran mereka ngga kencan ya?" sangking gregetnya cara pandang si Hyungsik ke Bo Young. Serial ini mengembalikan kesegaran romansa ala asia yang memakan banyak waktu dan malu-malu, yang sangat berbeda dengan serial-serial hollywood yang cenderung memaknai kasih sayang dengan cepat dan agresif. Karena keasikan dengan romansa mereka yang kelihatan riil, jadilah saya tidak begitu tertarik dengan adegan si penculik. Saya tidak begitu mempedulikan ke hadiran tokoh antagonis dalam serial ini, yang penting gemas melihat dua sejoli dalam cerita ini. 
Selamat menonton!


Penilaian: 7/10

28 Februari 2017

Musim Kenangan

Image result for rainy




"aku selalu suka sehabis hujan di bulan desember" -Efek Rumah Kaca-

Ini bukan lagi bulan desember yang penuh dengan tanah basah, ini adalah februari. Tepatnya akhir februari.

Hujan. 
Tembok pasrah saja terkena hujan seharian,
Taman basah,
Tanah-tanah penuh kubangan,

Hujan, jalanan licin, dan orang-orang berlarian.

Hujan.
Aku disini seharian,
Kalau tak rindu, aku hanyut dalam musim kenangan.

13 Februari 2017

Bersama



Lucu sekali. Sepuluh menit lamanya aku kehilangan kata-kata pada layar putih didepanku. Biasanya tidak begini. Bukannya sombong, aku memang cukup lancar memproduksi kata menjadi sekedar enak dibaca. Mestinya kau tau. Bahkan kau sering menggodaku. Lucu sekali, aku bahkan kehilangan kata-kata untuk sekedar menggambarkanmu, dengan manis. 

Mestinya ini akan menjadi surat cinta keenam yang manis, pada bulan perayaan kasih sayang seluruh umat. Tapi otakku beku, jadi biarkan aku hanya menyapamu.

Hei, jadi bagaimana rasanya dicintai aku?
Tak terhitung banyaknya penasaran dipikiranku. Nyamankah? mengganggukah? terlalu cerewetkah? mengekahkah?Aku tak pernah tau, bahkan ditahun keempat kita bersama. Aku tak tau, maka akan ku ceritakan bagian perjalananku saja. Aku gemar melamun, dalam sore yang tak berkesibukan, dan tentu saja ada kamu dalam lamunanku disana. Pada waktu yang dengan angkuh cepat berlalu, empat tahun bukan waktu yang lama, pun sebentar. Kamu adalah cinta pertama yang membebaskanku melakukan apa saja, apa-apa yang membuatku baik dan tumbuh. Kamu adalah orang pertama yang keberadaannya ingin kulibatkan dalam semua keputusan besar dalam hidupku. Dicintai kamu adalah definisi bahagia yang sederhana. 

Bagaimana aku bisa jatuh sedalam ini? padahal, kamu adalah laki-laki dengan kadar keromantisan yang hampir nol besar. Aku bahkan tidak pernah mendapatkan hadiah, bunga, cokelat, apalagi boneka dari empat tahun bersama.  Mencintai kamu juga tidak mudah, diusiaku yang baru awal dua puluh tahunan, aku bahkan harus kehilangan "malam minggu" dan moment romantis lainnya. Kamu bahkan jarang menghampiriku kerumah, katamu jauh.Kau tau, logikaku maklum. Apakah aku terlalu cinta? bukan. Karna, kata Zarry, bukan cinta namanya kalau terlalu. Mencintai kamu adalah hal yang susah, menurut mereka. Tapi aku suka. Ternyata, jatuh cinta adalah toleransi-toleransi atas banyak hal, ya. 

Kamu adalah cinta yang membantuku berkembang. Aku berterima kasih untuk itu. Kalaulah suatu hari aku akan jatuh cinta lagi, aku akan memilih berhenti di hari ini. Bagaimana bisa aku mencintai orang lain setelah kamu? 
Aku masih sangat menyayangimu, Mas.

9 Februari 2017

Mama

Hari kedua dalam #PosCintaTribu7e ini aku kehabisan ide untuk siapa kutujukan surat ini. Setelah seharian menjaga adik keduaku, yang baru berusia dua tahun, aku kelelehan.

Ah benar saja, ibuku. Sosok yang sore ini sedang sibuk merangkai bunga dari bungkus buah pir. Sosok 44 tahun yang biasa ku panggil dengan sebutan "mah". Umur dan jarak ternyata adalah berandal cilik diantara kita. Bertambahnya umurku dan umurmu berhasil menciptakan jengkal dengan sebutan kesibukan yang juntrungnya membuat kita jarang sekali berbicara, berdua. Jauh dari ingatanku saat dulu, seumur sd-smp, dimana aku akan dengan detail menceritakan semua petualanganku seharian. Umurku yang menua menenggelamkanku dalam kesibukan-kesibukan ditempat kuliah, ditempat kerja, pun ditempat kongkow yang tak mungkin ku tolak karna aku butuh melepas penat dengan yang sebaya.
Jarak memisahkan kita dari yang tadinya seatap, untuk kemudian aku harus berkendara hanya untuk menengok apakah engkau baik-baik saja. Kau tau, berapa tetes air mata yang aku habiskan bermalam-malam ditempat baru karna aku kehilangan kenyamananmu? Aku bahkan tidak dapat terlelap di malam hari karna merindukanmu, merindukan rumah. Setelah meninggalkan rumah, barulah aku tau, bahwa hidangan sarapan yang telah kau siapkan setiap jam enam pagi adalah kenikmatan. Sehingga aku tak perlu susah-susah memasak sembari bergegas menjalani hari.
Kau tau, aku adalah perempuan pertama yang menyayangimu di barisan terdepan walau kadang aku tak datang ke rumah saat kau meneleponku untuk memintaku datang. Aku adalah perempuan yang bersyukur belakangan, karna dilahirkan dari rahim ibu yang dulu mengomeliku karna tak patuh berangkat mengaji, berangkat les menari, berangkat les berenang, belajar ini-itu. Belakangan aku bersyukur memiliki banyak bekal yang ternyata hari ini sangat berguna.
Aku bersyukur, kau tau.
Jadi berhentilah menangis ditengah malam, aku baik-baik saja. Sungguh baik-baik saja.
Love you, mah.

8 Februari 2017

Candu yang Membuatku Tumbuh

Empat tahun ini, duniaku berkutat pada kamu-kamu-kamu dan kamu,
Kamu adalah cinta baik yang membuatku tumbuh,
Menghabiskan waktu berjam-jam, seringnya seharian, adalah hal yang selalu ku nikmati keberadaannya. 

Seperti cinta sejati, aku selalu menyisipkan janji bahwa akan menjagamu seumur hidupmu.
Kau tau, apa yang paling membuatku sedih belakangan? Aku menyadari, kebersamaan kita barangkali akan hilang dua atau tiga tahun kemudian. Melepaskanmu takkan pernah mudah. Bagiku, kamu adalah hal pertama yang ku perjuangkan dengan keringat dan upayaku sendiri? Aku tidak akan melupakanmu, kau tau. Aku bukan perempuan macam itu. Aku adalah perempuan yang susah move on, kau pun tau itu. Tapi seperti katamu, sesakit apapun kehilangan, pada akhirnya kita akan belajar melepaskan. Aku tau perkataanmu hanyalah kalimat penghibur. Aku tidak tau, aku bahkan tidak ingin membayangkan melepaskanmu. Terlalu banyak kenangan, aku hanya ingin mengekalkan.

Semoga kamu tau,
Bagiku, kamu candu yang membuatku tumbuh.
Aku menyayangimu, handphone ku. 


© SEPATAH KATA
Maira Gall